
(Logika Dasar dan Arah Perkembangan Tatanan Dunia yang Bersifat Unipolar serta Upaya Emperium AS)
Istilah ‘neo-liberalisme’ yang luas digunakan dewasa ini pada mulanya adalah nama yang dipakai para pejuang demokrasi di Amerika Latin untuk menggambarkan watak ideologis kolusi antara rezim kediktatoran dan ekonomi pasar-bebas dalam coraknya yang ekstrem. Ekonomi-politik rezim Pinochet di Chile (1973-1990) menjadi model par excellence yang dimaksud para pejuang itu. Dari sana istilah ‘neo-liberalisme’ menyebar.
Ketika kediktatoran mulai surut di benua itu, istilah ‘neo-liberalisme’ dipakai untuk menunjuk kinerja ekonomi pasar-bebas dalam coraknya yang ekstrem, meskipun negeri seperti Chile tidak lagi memakai sistem ekonomi pasar bebas se-ekstrem rezim Pinochet.
Maka mulailah kisah pemakaian istilah ‘neo-liberalisme’ secara amat longgar seperti sekarang. Trio deregulasi-liberalisasi-privatisasi, misalnya, memang merupakan motor kebijakan ekonomi ‘neo-liberal’ di Amerika Latin waktu itu. Namun, tidak semua bentuk deregulasi-liberalisasi-privatisasi merupakan agenda neo-liberal, Salah-kaprah yang terlibat dalam pemakaian istilah ‘neo-liberalisme’ tentulah kisah menarik, Singkat cerita, hasilnya adalah filsafat ‘ekonomi pasar sosial’. Pertama, di jantung filsafat Ordo-Liberal adalah gagasan anti-naturalistik tentang ekonomi pasar.
Artinya, ‘pasar’ (market) bukan peristiwa alami seperti musim semi atau tsunami, tetapi satu dari beragam relasi yang diciptakan manusia. Karena itu, pasar dapat dibentuk, dihancurkan,
Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestik. Paham ini memfokuskan pada metode pasar bebas, pembatasan yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi.
Dalam kebijakan luar negeri, neoliberalisme erat kaitannya dengan pembukaan pasar luar negeri melalui cara-cara politis, menggunakan tekanan ekonomi, diplomasi, dan/atau intervensi militer. Pembukaan pasar merujuk pada perdagangan bebas. Dengan tujuan akhirnya adalah pengerukan asset suatu negara dan penguasaan kebijakan pemerintahan (hak berdaulat) suatu pemerintahan.
Sekali lagi, Neoliberalisme secara umum berkaitan dengan tekanan politik multilateral, melalui berbagai kartel pengelolaan perdagangan seperti WTO dan Bank Dunia. Ini mengakibatkan berkurangnya wewenang pemerintahan sampai titik minimum. Neoliberalisme melalui ekonomi pasar bebas berhasil menekan intervensi pemerintah (seperti paham Keynesianisme), dan melangkah sukses dalam pertumbuhan ekonomi keseluruhan. Untuk meningkatkan efisiensi korporasi, neoliberalisme berusaha keras untuk menolak atau mengurangi kebijakan hak-hak buruh seperti upah minimum, dan hak-hak daya tawar kolektif lainnya.
Globalisasi dipilih menjadi sarana yang sangat “nyaman” dalam mengemas (dibaca: melegalisasi) inlfiltrasi paham neolib ke seantero dunia. Sehingga falsafah sistem – siapa yang memiliki sistem, dia yang akan menguasai dan mengendalikannya -- kemudian bekerja dengan baik. Selama satu dekade terakhir, globalisasi setidaknya berdampak terhadap perkembangan pesat tiga teknologi dunia, yaitu : teknologi trasportasi, teknologi telekomunikasi dan teknologi informasi. Teknologi trasportasi telah menghilangkan jarak tempat, teknologi telekomunikasi telah menghilangkan jarak waktu dan teknologi informasi menghilangkan jarak ruang dan pengetahuan. Hari ini, dunia hanya seperti dusun kecil di ujung galaksi bimasakti, kita tidak lebih seperti ikan-ikan di dalam satu akuarium, dimana semua orang saling lihat, semua paham saling mempengaruhi, dan semua pihak merasa ikut berhak terlibat di dalam setiap kebijakan yang dianggap menjadi bagian dari kepentingannya. Situasi seperti ini membuat kedaulatan di banyak negara dunia (terutama negara berkembang, sedang berkembang dan tradisional) semakin melemah. Kelemahan ini yang kemudian dimanfaatkan untuk “mengelola” agar negara-negara di dunia agar tetap berada dalam kontrol aktor-aktor globalisasi dan melakukan apa yang mereka inginkan.
Salah satu ujung tombak eksekusinya adalah apa yang kita kenal dengan bandit Ekonomi atau Economic Hit Man (EHM) . Mereka merupakan orang-orang pilihan dan terlatih (baca:profesional) yang dibayar mahal hingga triliunan dollar untuk ditugaskan secara khusus untuk menginfiltrasi negara-negara dunia dengan konsep kebijakan –kebijakan (terutama dalam bidang ekonomi – politik) turunan neolib yang mencurangi negara-negara miskin di dunia. Pekerjaan mereka adalah membangun imperium Amerika. Membawa, merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan mereka, dan menuju pemerintahan mereka, dan itulah kenyataan yang terjadi sebernarnya selama ini. Mereka (telah membangun imperium terbesar dalam sejarah dunia). Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II, dengan kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. Hanya suatu kejadian yang amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan kekuatan militer sebagai tindakan paling akhir. Imperium ini, tidak seperti berbagai sejarah lain dunia, telah dibangun terutama melalui manipulasi ekonomi, melalui pencurangan, melalui penipuan, melalui bujukan sehingga mereka mengikuti jalan kita, melalui para "economic hit men".
Dan ketika skenario economic hit men ini gagal, baru dipilih langkah-langkah lain untuk dilakukan, ini yang kita kenal dengan "serigala-serigala" (the jackals). "Serigala-serigala" itu adalah CIA, yang mengirimkan orang-orangnya masuk kesebuah negara (contohnya irak) dan mencoba menggerakkan sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, maka pilihannya adalah melakukan operasi pembunuhan terhadap para pemegang kebijakan yang menghalagi pilihan yang diberikan atau bahkan membuat sekenario invasi militer terhadap seluruh negeri.
Gabungan ketiganya dalam sistem kapitalisme neoliberal inilah yang akhirnya kerap dianggap sebagai Neoimperialisme (penjajahan dalam bentuk baru).
STUDI NEOLIB DALAM KONTEKS GLOBAL DAN NEGARA #2
Diposting oleh
Dimas 24/29
|
Senin, 09 Februari 2009
|
Label:
bank dunia,
economic hit man,
ekonomi pasar,
ekonomi-politik,
neo liberalisme,
paham keynesianisme,
par excellence
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar